Terbukti Bikin Uang

12 Oktober 2010

7 kesalahan terbesar di awal karir MLM Anda


Hi! apa kabar sobat,

Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses di dunia MLM, dimana seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi 'super star' dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda didepan cermin melihat 'seorang' yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan 'orang tersebut' tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri.

Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses Yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.

Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Apabila Anda belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda telah melakukan 1 atau semuanya "7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM Anda."

OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut:

1.Anda menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras.

Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para distributor sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan system yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.

Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan mengatakan: "Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat, tapi juga darah dan air-mata?" Katanya menggambarkan penderitaan yang bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. "Sukses saya memang adalah suatu berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya"

Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semua system: manajemen, produk, system bonus, dan training.

Meskipun ada system spillover dimana Anda bisa mendapat downline gratis, tapi itu bukanlah satu-satunya yang menjamin kesuksesan Anda. Sistem spillover hanya mempermudah namun tidak menjamin. Kerja keraslah yang menjamin Anda sukses. Saya yakin Tuhan setuju dengan pendapat saya.

2.Anda tidak memiliki target yang jelas!

Kenapa Anda bergabung dengan perusahaan MLM? Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan?

Jawaban UMUM dari 3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
- Ingin dapat uang
- Bonus yang besar
- Sebanyak-banyaknya.

Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warnah merah? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. "Bagaimana kalau tidak tercapai?" Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan. Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda terganggu? Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba meninggalkan Anda?

Herman, seorang distributor MLM yang bekerja sebagai pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan baru. Bahkan dia memberikan deskripsi yang jelas tentang warna, jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan 'komitmen' tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu akhirnya Sonny barusan mendapatkan 'komitmennya' 3 bulan lewat 10 hari. "Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?" olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: "Memang saya terlambat hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita jumpai setiap pagi."

Kami yakin Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda adalah Herman.

Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda. Brian Tracy seorang konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia dalam bukunya "21 rahasia untuk menjadi Multi Milyader" mengatakan: "Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams)."

Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus atau apa yang harus Anda miliki untuk sekarang menjadi 'happy'? Dengan kata lain, begitu Anda memulai bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda hasilkan dari bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?

3.Anda tidak memiliki dana operasional yang memadai

Meski bisnis Triple-s hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.

Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso
saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?

Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk Triple-s. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.

4.Anda tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru:

Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia Anthony Robbins mengatakan: "Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula."

Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana 'resep' dan strategi mereka hingga mencapai sukses.

5.Anda terjebak dalam "Management Trap"

Sebetulnya ada 2 macam "management trap" yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang distributor ke Bisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk 'memberikan servis' agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru dan memberikannya kepada distributor yang 'malas, diorganisasi kita dengan harapan mereka akan 'termotivasi' untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.

Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar. Sering seorang Distributor memohon 'beri saya downline dong, biar semangat. Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor merengek 'upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.' Ingat, tugas upline atau sponsor memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi downline, brosur uang pendaftaran, dll.

Seorang distributor sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. "Saya lebih berkonsentrasi membina
organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya." Ungkap Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp. 1 Milyar per bulan.

"Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya tidak keberatan." Siapa yang keberatan punya downline dengan bonus bulanan Rp. 1 Milyar????

Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: "Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali." Artinya semua orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.

Sebagian besar dari organisasi Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan membuat Anda "pensiun kaya". "Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini," kata Stefanus, penghasil bonus bulanan $400,000+. "Untuk mendapatkan 5 top leader tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level pertama."

Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya 'expired' atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka 'mantan' upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis 'sukarela' dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus memberikan semangat agar distributor tersebut lebih sukses dengan jajaran uplinenya yang baru.

Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramh-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.

6.Anda tidak mempunyai komitmen.

Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda. Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.

Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja
Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan, bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai dengan sistem.

'Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?." Begitu kira-kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita berpikir:'Bonus teman saya besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?'

Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.

Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap target Anda sendiri. Istilahnya: It's now or never!

Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai target, kita akan kembali bersemangat.

Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut tercapai.

7.Anda tidak belajar untuk sukses dan mandiri

Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:
a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah "product of the products"
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
c. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara online.
c. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal
tersebut diatas.

Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? Tanpa mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.

Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus mendapatkan bonus. Produk adalah "kunci utama" apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar "uang pensiun" Anda tersebut”.

Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi, apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang distributor mengeluh bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga
bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut. Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk distributor yang sudah aktif. Bagi seorang calon distributor, presentasi seperti apapun adalah BARU.

Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana distributornya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. "Anda bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali. Ratusan kali," katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu organisasi yang berkebang terus.

Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri, sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.

Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan "kesalahan" klasik diatas? Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM seperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.

Anthony Robbins selalu mengatakan: "Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement." Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya.

Senang dapat berbagi
Bambang Sulaksono

08 Juli 2009

Rasa Aman tapi Tidak Bebas

Hai, sobatku...

Apa kabar?

Okay, kita telah mengerti mengapa hanya sedikit orang kaya di dunia ini (hanya 5% dari seluruh populasi dunia), apa yang membedakan mereka dengan kebanyakan orang (95% populasi dunia), dan mengapa kita harus masuk ke kelompok elite 5% tersebut.

Saya harap, Anda sepakat dengan saya -kecuali kalau Anda memiliki talenta luar biasa seperti Michael Schumacher, Tiger Wood, David Beckham, The Beatles, The Rolling Stones, The Bee Gees, dll (well.. after their "golden time", some sportsmen and very popular artist are in financial troubles, too,! Does Mike Tyson, Whitney Houston, and even Michael Jackson rings the bell?)- bahwa kita tidak punya pilihan lain selain kita harus mandiri, memiliki usaha sendiri, untuk menikmati hidup yang lebih menyenangkan, membahagiakan, dan bernilai.

Sayangnya, kebanyakan orang, masih berfikir bahwa mendapatkan pekerjaan tetap dan bergaji tetap, dapat menjamin keamanan hidup mereka. Namun pada kenyataannya, mereka terjebak dalam rutinitas dan lingkaran masalah finansial dan sosial yang tidak pernah dapat diselesaikan.

Karena itu lah, orang yang memiliki banyak keamanan, akan memiliki sedikit kebebasan. Lihat orang yang berada di penjara sebagai contohnya! Sangat "aman", tapi tidak bebas!

Jika Anda mencari dan bekerja untuk mencapai kebebasan, maka secara jujur harus saya sampaikan bahwa Anda harus masuk ke kelompok orang yang memiliki usaha sendiri. Jika tidak, dan Anda merasa cukup bahagia dengan kondisi "keamanan" yang Anda miliki sekarang, maka saya beranikan diri untuk meminta Anda berfikir sekali lagi!
"Seberapa Besar Keyakinan Anda,

Bahwa Kualitas Hidup Anda Tetap Terus Meningkat Sepanjang Hidup Anda?"
"Okay, saya mengerti sekarang, bisnis apa nih yang cocok, menguntungkan, dan menjamin hidup saya dan keluarga saya?"

Menurut para pakar bisnis dan penasehat keuangan (David Bach, DR. James Chia - Ong Hock Siew), ada 4 (empat) faktor, atau juga dikenal dengan istilah the 4-i dari sebuah bisnis (sebagai aset!) yang sempurna:

Investment - Bisnis yang Anda lakukan, harus memiliki faktor Investasi yang diperlukan, baik berupa uang, waktu, tenaga, dan pikiran. Karena dengan komponen itu lah Anda selanjutnya dapat melakukan leverage. Anda me-leverage uang Anda, waktu Anda, tenaga Anda, dan pikiran Anda, untuk keuntungan Anda.

Income - Bisnis yang Anda lakukan, harus menghasilkan income untuk Anda! Tentu saja yaa..., ngapain bisnis kalo gak menghasilkan income! Cukup jelas ya! Tapi income seperti apa? Tentu saja income yang tidak terbatas jumlah-nya.

Insurance - Bisnis yang Anda lakukan, harus dapat memberikan insurance untuk Anda. Artinya, Anda memilih untuk bekerja atau tidak -tentu saja setelah mencapai masa stabil tertentu-, bisnis Anda akan selalu menghasilkan uang untuk Anda.

Inheritance - Bisnis (aset) yang dapat secara langsung di-wariskan ke anak, cucu, keponakan, yayasan sosial, atau siapapun juga, tanpa perduli dengan minat atau keahlian mereka. Jika Anda adalah seorang pemilik bisnis komputer; apakah Anda yakin bahwa anak Anda nanti mau meneruskan usaha Anda? Apakah anak Anda memiliki ketertarikan dan bersedia dilatih untuk menggantikan Anda? Bagaimana kalau anak Anda memiliki interest dibidang lain? Apa yang akan terjadi dengan bisnis yang sudah Anda bangun?

Jika Anda sekarang menjalankan bisnis sendiri, dan Anda melihat bisnis Anda memiliki faktor 4-i diatas, maka mungkin Anda tidak memerlukan rahasia-rahasia saya selanjutnya. Selamat untuk Anda, dan saya akan terbuka jika Anda bersedia untuk berbagi cerita dengan saya.

Jika Tidak, Anda pun dapat menghubungi saya, dan berdiskusi lebih lanjut, untuk melihat sebuah bisnis yang memiliki ke-4 faktor "i" tersebut!

"Atau Anda Mau Mempelajari
Bisnis Tersebut Sendiri??"

"Email Saya Di b.sulaksono3110@gmail.com, Perkenalkan Diri Anda Dengan Sewajarnya (Nama, Pekerjaan Sekarang, Tempat tinggal, Pengalaman Bisnis, Dlsbnya), Dan Sampaikan kapan kita dapat saling jumpa.

Demikian info ini, sobatku..
Senang dapat terus berbagi dengan Anda,

Bambang Sulaksono,S.AB
Mobile: 02194862406

Kelompok 95% atau 5%. Pilih mana ?

Assalamualaikum Wr Wbr…

Hi! Sobatku…, bagaimana kabar hari ini?
Data statistik dari pemerintah Amerika Serikat, yang saya kutip dari buku "Rich Dad Poor Dad" (Robert T. Kiyosaki), menyadarkan saya akan kenyataan hidup yang kurang menyenangkan;

Pada usia 65 tahun, dari 100 orang:
36% - Meninggal Dunia
54% - Bangkrut
5% - Tetap Harus Bekerja
4% - Berkecukupan
1% - Makmur Sejahtera

Lihat disekeliling Anda. Apakah data statistik tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada? Ya, demikianlah kenyataannya. Tak jarang kita jumpai, seseorang yang pada masa produktif demikian hebatnya, baik secara finansial dan mental, mengalami depresi dan masalah finansial pada saat pensiun. Istilah "post power syndrome" seolah sudah menjadi hal yang lumrah, dan menimpa hampir semua orang dimasa pensiunnya.

Jadi, problemnya tidak hanya secara finansial, tapi juga mental. Apapun jabatan dan pekerjaan Anda saat ini, akan tiba saatnya bagi Anda untuk pensiun. Sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Yang harus menjadi perhatian Anda adalah, kehidupan seperti apa yang Anda inginkan pada masa pensiun Anda?

Data statistik tersebut juga mengungkapkan kenyataan bahwa hanya 1% orang pada usia 65 tahun yang hidup makmur dan sejahtera, dan hanya 4% yang hidup berkecukupan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hanya 5% orang yang hidup dalam kondisi yang menyenangkan di masa pensiunnya.
Terus, apa yang terjadi dengan 95% orang lainnya??? Mereka menderita! Struggling! Mentally and Financially! And then, died...
Kemudian, ada data statistik lain, yang juga seiring sejalan dengan data statistik diatas;

"Bahwa 95% orang didunia ini,
hanya memiliki 5% dari potensi kekayaan dunia. Dan, hanya 5% orang didunia ini
yang memiliki 95% dari potensi kekayaan dunia!"

Jadi, dari kedua data statistik diatas, dapat disimpulkan bahwa ada 2 kelompok manusia didunia ini;

"Kelompok 95% Dan Kelompok 5%"

Kelompok 95% - Dari angka-nya saja, dapat disimpulkan bahwa kelompok ini me-representasikan mayoritas orang didunia. 95% orang yang Anda temui sehari-hari adalah orang dari kelompok ini. Mereka adalah karyawan, buruh, pengacara, dokter, praktisi, tukang ledeng, tukang kayu, olahragawan, seniman, pemilik bisnis kecil, dlsbnya.

Ciri-ciri yang nyata dari kelompok ini adalah mereka bekerja untuk uang! Mereka menukarkan waktu-tenaga-pikiran untuk uang. Dan menghasilkan pendapatan yang terbatas.

Anda tahu kenapa?

Jawabannya sederhana dan logis; karena semua orang didunia ini hanya memiliki 24 jam dalam satu hari.

Kelompok 5% - Ya, hanya 5% orang didunia yang masuk dalam kelompok elite ini! Siapa mereka? Mereka adalah para pemilik bisnis besar dan investor.

Apa yang membedakan mereka dengan kita?

Maaf kalau jawabannya agak mengganggu Anda, tapi ini adalah bagian dan kenyataan penting yang harus Anda ketahui;

"mereka menggunakan waktu-tenaga-pikiran-uang
orang-orang di Kelompok 95%,
untuk menghasilkan uang bagi mereka!
mereka menggunakan uang untuk menghasilkan uang bagi mereka"

Think about that! Bagaimana mungkin mereka bisa memiliki 95% kekayaan dunia dengan hanya memiliki waktu yang sama dengan kita (24 jam dalam 1 hari!)?

"Mereka Melakukan Sesuatu Yang
Dikenal Dengan Istilah 'Leverage';
Yaitu Memanfaatkan Waktu-Tenaga-
Pikiran -Bahkan Uang- Orang Lain
Untuk Menghasilkan Uang!"

"Atau Dengan Definisi Lain, Leverage Diartikan Sebagai Sebuah Kemampuan Untuk Menghasilkan Sebanyak-banyaknya, Dengan Usaha Yang Sekecil-kecilnya"

Jadi jelas, mereka memiliki dan melakukan "Leverage", sementara Kelompok 95% tidak. Mereka bekerja secara cerdas dan efisien (Work Smart) sementara kebanyakan orang bekerja keras (Work Hard).

Dan jelas pula kenapa lebih banyak orang yang sedang-sedang saja atau miskin, sementara hanya sedikit saja orang kaya di dunia ini.

Lantas, bagaimana caranya untuk bekerja secara cerdas dan cermat? Bagaimana caranya untuk pindah ke kelompok elite 5%? Apakah pekerjaan yang Anda miliki sekarang sudah Anda lakukan secara cerdas dan cermat? Apakah ada prinsip leverage-nya? Apakah leverage-nya sempurna?

"Mungkin Anda Ingin Bertanya Langsung
Ke Saya? Hubungi di 021-94862406 atau Email Ke b.sulaksono3110@gmail.com "

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya untuk Anda, dan dapat membuka pikiran/wawasan Anda bahwa kenyataan yang ada di-dunia ini tidak-lah seindah yang kita bayangkan. Namun, selalu ada cara untuk pindah kelompok, dari 95% ke 5%.

Sebagai penutup edisi kali ini, izinkan lah saya berbagi sebuah kata bijak;

"Siapa Anda hari ini, adalah murni hasil
dari apa yang Anda putuskan/lakukan
5-10 tahun yang lalu.
Siapa Anda 5-10 tahun kedepan;
adalah apa yang Anda
putuskan/ akan lakukan saat ini!"

Udah dulu yaa..., sampai nanti, sobat..

Mengapa si miskin makin miskin?




Hai sobatku…

Apa kabar? Senang sekali mengetahui Anda mengunjungi blog saya ini. Jujur saat ini saya masih belajar menulis di blog. Mohon saran dan isi komentar untuk postingan ini ya. Terima kasih lho sebelumnya.

Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sebuah rahasia, yang sudah menjadi pertanyaan orang banyak.

Kita sering mendengar istilah; "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin", dan baru-baru ini mulai sering kita dengar pernyataan berikut; "kalangan kelas menengah menjadi miskin".

Kalangan kelas menengah di negara-negara maju, semakin hari semakin sedikit. Di negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, dll, Anda hanya memiliki dua pilihan, menjadi kaya atau miskin.

Mengapa demikian?

"Dikelompok Mana Anda Berada?"

Okay, mari kita lihat dulu, apa yang membedakan antara orang kaya, orang kelas menengah, dan orang miskin, dalam konteks ekonomi dan keuangannya.

Pada umumnya, semua orang; kaya, menengah, ataupun miskin, memiliki "income" (pendapatan, penghasilan), "expense" (pengeluaran), "asset" (sesuatu yang menghasilkan pendapatan), dan "liability" (hutang, beban).

"Yang Membedakan Mereka Adalah
Cara Mereka Mengelola Income,
Ekspens, Aset, Dan Liability-nya"

Orang Miskin - menggunakan income mereka (yang biasanya terbatas atau kurang), untuk memenuhi kebutuhan mendasar (primer) hidup mereka (ekspens). Terkadang, mereka harus berhutang (liability) kiri-kanan untuk sekedar memenuhi kebutuhan primer tersebut.
Demikian seterusnya, dari bulan ke bulan, mereka menggunakan income dan liability untuk memenuhi kebutuhan mendasar hidup mereka. Makanya, istilah "gali lobang tutup lobang" menjadi istilah yang akrab ditelinga dan hati mereka.

Bagaimana dengan aset? Oh, jangan tanyakan hal ini sahabatku, mereka pada umumnya tidak memiliki modal finansial untuk memiliki aset. Yang bisa mereka lakukan hanya bekerja lebih keras dan lebih lama untuk meningkatkan nilai income mereka dan atau menggunakan liability. Makanya, jangan heran, kalo orang miskin akan terus menjadi miskin (atau tambah miskin).

Orang Kelas Menengah - Saya tidak memiliki literatur yang bisa memastikan hal ini, namun menurut pengelihatan saya, Kalangan Kelas Menengah adalah kalangan yang paling banyak berada di kota-kota besar di Indonesia. Mungkin Anda berada pada kelompok ini? Mari kita lihat...

Menurut saya, orang kalangan kelas menengah adalah orang-orang yang berada pada posisi yang paling mengerikan. Mereka selalu memiliki peluang besar untuk menjadi orang miskin, tapi sedikit peluang untuk menjadi kaya!

Mengapa demikian?

Sederhana saja, orang-orang di kelas ini, memiliki income yang tidak sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mereka. Income mereka sudah memungkinkan mereka untuk mulai berfikir memenuhi kebutuhan sekunder (mobil, motor, televisi teknologi terbaru, lemari es, rumah yang lebih besar, dlsbnya).

Celakanya, income yang mereka miliki belum memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara cash! Sehingga yang terjadi adalah mereka melakukan kredit, yang berarti liability untuk mereka!

Pihak mana yang diuntungkan? Tentu saja pihak Bank dan lembaga pemberi kredit. Bagi Bank dan pemberi kredit, liability untuk nasabah berarti aset untuk mereka!
Tentu saja, jika semuanya berjalan seperti yang diharapkan, liability tersebut lama kelamaan akan menjadi semakin kecil. Namun, sudah menjadi sifat manusia untuk selalu merasa tidak puas. Selesai kredit motor, mereka akan memulai menciptakan liability baru dengan membeli mobil, dstnya.

"Jika Sesuatu Yang Buruk Terjadi
Pada Mereka (Di-PHK, Sakit Yang Berkepanjangan, Cacat, Dlsbnya),Sehingga Mereka Tidak Dapat Menghasilkan Income Lagi, maka Segala Liability Itu Akan Menjadi Beban Tak Terkirakan, Dan Dapat Membuat Mereka Jatuh Miskin!"

Orang Kaya - Ini bagian yang paling uenak nulisnya.. heheheheh...

Orang kaya cenderung untuk selalui memiliki aset. Mengapa demikian? Karena mereka mengerti bahwa hanya dengan memiliki aset lah mereka dapat mempertahankan kekayaan dan bahkan meningkatkan kekayaan mereka.

Mereka menggunakan income mereka untuk membeli aset, yang akan menghasilkan sumber income yang lain untuk mereka.

Mereka menggunakan liability untuk membeli/memiliki aset, yang akan menghasilkan sumber income yang lain lagi untuk mereka.

Anda lihat betapa cerdas-nya mereka? Anda mengerti sekarang bagaimana orang kaya menjadi semakin kaya?

Jika Anda merasa bukan golongan orang pada kelompok ini, jangan berkecil hati. Anda sudah mengerti apa yang harus Anda lakukan, bukan? Ya, miliki aset segera!

Aset seperti apa?

Jangan segan-segan untuk menghubungi saya, mari sama-sama kita diskusikan bagaimana caranya Anda bisa memiliki aset dan mengurangi segala liability yang Anda miliki sekarang!

Disamping faktor-faktor "teknis" tersebut, ada rahasia lain yang paling menentukan tentang apa yang membedakan antara orang kaya dan orang miskin. Yaitu, 'Cetak-Biru' Dan 'Pola-Pikir' Mereka!

Sampai nanti..., sobatku
Salam untuk keluarga di rumah,

Bambang Sulaksono,S.AB
Mobile: 02194862406

15 Januari 2009

Sehat Berkat Terapi Air Putih. Mau?


TERAPI AIR PUTIH

Tuhan telah memberi kita air yang banyak. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini

1. Sakit Kepala * Asma # Hosthortobics

2. Darah Tinggi * Bronchitis # Kencing Manis

3. Kurang Darah * TBC Paru-paru # Penyakit Mata

4. Rematik * Radang Otak # Pendarahan di Mata &

5. Lumpuh * Batu Ginjal Mata Merah

6. Kegemukan * Penyakit Saluran Kencing # Haid tidak teratur

7. Radang / Sakit persendian * Kelebihan Asam Urat # L e u k I m I a

8. Radang Selaput Lendir * M e n c r e t # Kanker Peranakan

9. Gangguan Jantung * D I s e n t r I # Kanker Payudara

10 . Mabuk, Pusing, Gamang * A m b e I e n # Radang Tenggorokan

11. Batuk * S e m b e l I t

Bagaimana Air Minum itu bekerja?

Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini.

Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana melakukan terapi ini ?

1. Pagi hari ketika anda baru bangun tidur ( bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka.

2. Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini.

3. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya.
4. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.

Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?

Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:

@ Sembelit - 1 Hari @ TBC Paru-Paru - 3 Bulan @ Kencing Manis - 7 Hari

@ Asam Urat - 2 Hari @ Tekanan Darah - 4 Minggu @ Kanker - 4 Minggu

Catatan :

Disarankan agar penderita radang/ sakit persendian dan rematik melaksakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan - selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Kami mohon dengan sangat, metoda diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga - karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat.

"BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENYEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA".

Salam Jabat Erat
Bambang Sulaksono,S.AB
Mobile: 02194862406

07 Desember 2008

Jadi Pegawe=Bekerja untuk Uang=Active Income

Assalamu'alaikum Wr Wbr,

Untuk diketahui bahwa 17 tahun yang lalu saat saya mulai kerja sebagai pegawai di salah satu BUMN penerbangan, pernah membayangkan 10 tahun kemudian bakalan akan memiliki sepeda motor, rumah beserta isinya lengkap, mobil, istri & anak-anak, semuanya serba kecukupan....ngga taunya (mungkin karena kesalahan saya dalam pengelolaan uang), hingga saat ini saya berhasil....belum memiliki rumah beserta isi (rumah numpang di rumah kakak yang ditinggal kosong untuk mrawat ibu), belum punya sepeda motor apalagi mobil. Berhasil.....serba kekurangan....gaji numpang lewat doang karena untuk cicilan hutang berhubung harga2 pada naik sementara kebutuhan meningkat tapi gaji tidak naik-naik. Sehingga semua terciptalah slogan 10P : Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan Potong Pajak Potong Penghasilan....cape deeh ! dan 'kabar baik'nya.....itu saya alami sekarang !!

Saya ingin 'quit' ato istilahnya pensiun dini..tapi pesangon kecil banget alias nggak mencukupi, walhasil sementara tetep kerja dengan lakukan kencangkan ikat pinggang sambil berbisnis network marketing. Kenapa? karena ternyata tidak dibutuhkan modal gede bahkan yang NIL modal juga ada...karena yang gede dibutuhkan adalah 'nyali'/ keberanian dan kemauan untuk berubah. Sementara sebelum kita siap untuk berubah, kita harus memiliki motivasi yang kuat sebagai pendorong untuk apa kita mau melakukan perubahan. Mau berubah berarti kita harus siap merubah : mental pegawe (yang sering cengeng & suka mengeluh) menjadi mental pengusaha (yang tangguh menghadapi setiap 'kerikil' bahkan 'ganjalan' dalam berusaha).

Nah...sejauh manakah Anda siap untuk melakukan perubahan? Saya sarankan banyak-banyaklah mencari informasi yang cukup guna merubah 'paradigma' tentang active income (yang dicari selama ini sebagai pegawe), menjadi 'passive income' (yang perlu & harus akan selalu Anda perjuangkan).

Mohon agar jangan pernah Anda berhenti berusaha untuk mendapatkan 'passive income', karena kegagalan adalah 'step stone' Anda menuju kesuksesan. Jadi..tidak ada kesuksesan sebelum menemui & mengalami kegagalan. Anda boleh tanya pada pengusaha yang telah sukses, seberapa sering mereka alami kegagalan sebelum mencapai kesuksesan. Memang dimana-mana yang gagal lebih banyak dari pada yang sukses. Bisa dibilang perbandingannya adalah 95% : 5% saja. Nah..., Anda mau termasuk kelompok yang mana?. Saya doa'kan Anda & para Saudaraku sebangsa dan setanah air akan pilih yang 5%. Setuju?

Ssstt....saya punya solusi untuk atasi '10P' di atas. Mau? segera hubungi saya, kita janjian ketemuan..., dan dengan senang akan saya ceritakan untuk Saudara. Gratiss..!!.

Salam Jabat Erat
Wassalamu'alaikum Wr Wbr
Bambang Sulaksono,S.AB
Mobile: 02194862406